NEGARA IRAN
Disusun Oleh:
Ani Mailani
1113015000019
PENDIDIKAN ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI SYARIF
HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Segala
puji hanya milik Allah SWT, shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada
Rosulullah SAW berkat limpahan dan rahmatnya penyusun mampu menyelesaikan tugas
makalah ini guna memenuhi tugas matakuliah Geografi Regional Dunia.
Dalam
penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan dosen pengampu. Sehingga
kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang negara-negara
yang ada di dunia, materi yang kami sajikan berdasarkan
pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi dan berita. Makalah ini
disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan, baik yang datang dari luar
maupun dari dalam. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan Allah
akhirnya makalh ini dapat terselesaikan.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan
pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa. Kami sadar bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu kepada dosen, kami
meminta masukan demi perbaikan pembuatan makalah kami dimasa yang akan datang.
Sekaligus mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Ciputat,
25 juni 2015
Penyususn
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam mempelajari bentang alam regional dunia, kita
perlu membahas, mempelajari, serta menganalisis konsep region dan faktor-faktor
yang mendukung terjadinya interaksi, interelasi, interpendensi antar region.
Salah satu region yang ada didunia, yang juga termasuk dalam bahasan GRD adalah
benua asia.
Benua asia merupakan benua terbesar didunia. Oleh
karena besarnya benua asia dibagi kedalam lima region yaitu asia tenggara, asia
barat, asia tengah, asia timur, dan asia selatan.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
sejarah berdirinya negara Iran?
2. Bagaimana
kondisi geografis negara Iran?
3. Bagaimana
kondisi demografi negara Iran?
4. Bagaimana
kondisi perekonomian negara Iran?
5. Dimana
tempat wisata di Iran?
C. Tujuan
Penelitian
1. Untuk
mengetahui sejarah berdiri negara Iran
2. Untuk
mengetahui kondisi geografis negara Iran
3. Untuk
mengetahui kondisi demografi negara Iran
4. Untuk
mengetahui kondisi perekonomian negara Iran
5. Untuk
mengetahui tempat wisata di iran
BAB II
PEMBAHASAN
Iran (atau Persia)
(bahasa Persia: ایران)
adalah sebuah negara Timur Tengah yang terletak di Asia Barat Daya. Meski di dalam negeri negara ini telah dikenal sebagai
Iran sejak zaman kuno, hingga tahun 1935 Iran masih dipanggil Persia di dunia Barat. Pada tahun 1959, Mohammad Reza Shah
Pahlavi
mengumumkan bahwa kedua istilah tersebut boleh digunakan. Nama Iran adalah
sebuah kognat perkataan "Arya" yang
berarti "Tanah Bangsa Arya".
Pada tahun 1979, sebuah Revolusi Iran yang dipimpin Ayatollah Khomeini mendirikan sebuah Republik Islam teokratis sehingga nama lengkap Iran saat ini adalah Republik Islam Iran (جمهوری اسلامی ایران).
a. Sejarah
Berdirinya Negara Iran
·
Sejarah awal, Kekaisaran Media dan Kekaisaran
Achaemenid (3200 SM – 330 SM), Dari
tulisan-tulisan sejarah, peradaban Iran yang pertama ialah Proto-Iran, diikuti dengan peradaban Elam. Pada milenium kedua, dan ketiga, Bangsa
Arya hijrah ke Iran, dan mendirikan
kekaisaran pertama Iran, Kekaisaran Media (728-550 SM). Kekaisaran ini telah menjadi simbol pendiri
bangsa, dan juga kekaisaran Iran, yang disusul dengan Kekaisaran
Achaemenid (648–330
SM) yang didirikan oleh Cyrus Agung.
Cyrus Agung juga terkenal sebagai pemerintah pertama yang mewujudkan
undang-undang mengenai hak-hak kemanusiaan, tertulis di atas artefak yang
dikenal sebagai Silinder
Cyrus. Ia juga
merupakan pemerintah pertama yang memakai gelar Agung, dan juga Shah Iran. Di zamannya, perbudakan
dilarang di kawasan-kawasan taklukannya (juga dikenal sebagai Kekaisaran
Persia.) Gagasan
ini kemudian memberi dampak yang besar pada peradaban-peradaban manusia setelah
zamannya.
Kekaisaran Persia kemudian
diperintah oleh Cambyses selama tujuh tahun (531-522 M), dan kemangkatannya
disusul dengan perebutan kuasa di mana akhirnya Darius Agung (522-486 M) dinyatakan sebagai raja.
Ibu kota Persia pada zaman Darius I dipindahkan ke Susa, dan ia mulai membangun Persepolis. Sebuah terusan di antara Sungai Nil, dan Laut Merah turut dibangun, dan menjadikannya pelopor untuk pembangunan
Terusan Suez. Sistem jalan juga turut diperbaharui, dan sebuah jalan
raya dibangun menghubungkan Susa, dan Sardis. Jalan raya ini dikenal sebagai Jalan
Kerajaan.
Selain itu, pen-syiling-an dalam bentuk daric (syiling emas), dan juga Shekel
(syiling perak) diperkenalkan
ke seluruh dunia. Bahasa Persia Kuno turut diperkenalkan, dan
diterbitkan di dalam prasasti-prasasti kerajaan.
Di bawah pemerintahan Cyrus Agung, dan Darius yang Agung, Kekaisaran Persia menjadi sebuah kekaisaran yang terbesar,
dan terkuat di dunia zaman itu. Pencapaian utamanya ialah sebuah kekaisaran
besar pertama yang mengamalkan sikap toleransi, dan menghormati budaya-budaya,
dan agama-agama lain di kawasan jajahannya.
·
Kekaisaran Iran Ketiga: Kekaisaran Parthia (248 SM –
224 M), Parthia bermula dengan Dinasti
Arsacida yang
menyatukan, dan memerintah dataran tinggi Iran, yang juga turut menaklukkan
wilayah timur Yunani pada awal abad ketiga Masehi, dan juga Mesopotamia antara tahun 150 SM, dan 224 M. Parthia juga merupakan
musuh bebuyutan Romawi di sebelah timur, dan membatasi bahaya Romawi di Anatolia. Tentara-tentara Parthia terhagi atas dua kelompok berkuda,
tentara berkuda yang berperisai, dan membawa senjata berat, dan tentara berkuda
yang bersenjata ringan, dan kudanya lincah bergerak. Sementara itu, tentara
Romawi terlalu bergantung kepada infantri, menyebabkan Romawi sukar untuk
mengalahkan Parthia. Tetapi, Parthia kekurangan teknik dalam perang tawan,
menyebabkan mereka sukar mengawal kawasan taklukan. Ini menyebabkan kedua belah
pihak gagal mengalahkan satu sama lain.
Kekaisaran Parthia tegak selama lima
abad (Berakhir pada tahun 224 M,), dan raja terakhirnya kalah di tangan
kekaisaran lindungannya, yaitu Sassania.
·
Kekaisaran Iran Keempat: Kekaisaran Sassania
(226–651), Ardashir
I, shah pertama Kekaisaran Sassania, mula membangun kembali ekonomi,
dan militer Persia. Wilayahnya meliputi kawasan Iran modern, Irak, Suriah, Pakistan, Asia Tengah, dan wilayah Arab. Pada zaman Khosrau II (590-628) pula, kekaisaran ini diperluas hingga Mesir, Yordania, Palestina, dan Lebanon. Orang-orang Sassanid menamakan kekaisaran mereka Erānshahr (atau Iranshæhr, "Penguasaan Orang
Arya".)
Sejarah Iran seterusnya diikuti
dengan konflik selama enam ratus tahun dengan Kekaisaran Romawi. Menurut
sejarawan, Persia kalah dalam Perang
al-Qādisiyyah
(632 M) di Hilla, Iraq. Rostam
Farrokhzād, seorang
jenderal Persia, dikritik kerana keputusannya untuk berperang kengan orang Arab
di bumi Arab sendiri. Kekalahan Sassania di Irak menyebabkan tentara mereka
tidak keruan, dan akhirnya ini memberi jalan kepada futuhat Islam atas Persia.
Era Sassania menyaksikan memuncaknya
peradaban
Persia, dan
merupakan kekaisaran Persia terakhir sebelum kedatangan Islam. Pengaruh, dan kebudayaan Sassania
kemudian diteruskan setelah pemelukan Islam oleh bangsa Persia.
·
Islam Persia dan Zaman Kegemilangan Islam Persia
(700–1400), Setelah
pemelukan Islam, orang-orang Persia mulai membentuk gambaran Islam Persia, di
mana mereka melestarikan gambaran sebagai orang Persia tetapi pada masa yang
sama juga sebagai muslim. Pada tahun 8 M, Parsi memberi bantuan kepada Abbassiyah memerangi tentara Umayyah, karena Bani Umayyah hanya mementingkan bangsa Arab, dan
memandang rendah kepada orang Persia. Pada zaman Abbassiyah, orang-orang Persia
mula melibatkan diri dalam administrasi kerajaan. Sebagian mendirikan dinasti
sendiri.
Pada abad kesembilan, dan kesepuluh,
terdapat beberapa kebangkitan ashshobiyyah Persia yang menentang gagasan Arab
sebagai Islam, dan Muslim. Tetapi kebangkitan ini tidak menentang identitas
seorang Islam. Salah satu dampak kebangkitan ini ialah penggunaan bahasa Persia sebagai bahasa resmi Iran (hingga hari ini.)
Pada zaman ini juga, para ilmuwan
Persia menciptakan Zaman Kegemilangan Islam. Sementara itu Persia menjadi
tumpuan penyebaran ilmu sains, filsafat, dan teknik. Ini kemudian memengaruhi
sains di Eropa, dan juga kebangkitan Renaissance.
Bermula pada tahun 1220, Parsi
dimasuki oleh tentera Mongolia di bawah pimpinan Genghis Khan, diikuti dengan Tamerlane, dimana kedua penjelajah ini menyebabkan kemusnahan yang
parah di Persia.
·
Islam Syi'ah, Kekaisaran Safawi, Dinasti
Qajar/Pahlavi dan Iran Modern (1501 – 1979), Parsi mulai berganti menjadi Islam Syiah pada zaman Safawi, pada tahun 1501. Dinasti Safawi kemudian menjadi salah
satu penguasa dunia yang utama, dan mulai mempromosikan industri pariwisata di
Iran. Di bawah pemerintahannya, arsitektur Persia berkembang kembali, dan
menyaksikan pembangunan monumen-monumen yang indah. Kejatuhan Safawi disusuli
dengan Persia yang menjadi sebuah medan persaingan antara kekuasaan Kekaisaran Rusia, dan Kekaisaran Britania (yang menggunakan pengaruh Dinasti Qajar). Namun begitu, Iran tetap melestarikan kemerdekaan, dan
wilayah-wilayahnya, menjadikannya unik di rantau itu. Modernisasi Iran yang
bermula pada lewat abad ke-19, membangkitkan keinginan untuk berubah dari
orang-orang Persia. Ini menyebabkan terjadinya Revolusi Konstitusi Persia pada
tahun 1905 hingga 1911. Pada tahun 1921, Reza Khan (juga dikenal sebagai Reza Shah) mengambil alih tahta
melalui perebutan kekuasaan dari Qajar yang semakin lemah. Sebagai penyokong
modernisasi, Shah Reza memulai pembangunan industri modern, jalan kereta api, dan pendirian sistem pendidikan
tinggi di Iran. Malangnya, sikap aristokratik, dan ketidakseimbangan pemulihan
kemasyarakatan menyebabkan banyak rakyat Iran tidak puas.
Pada Perang Dunia II, tentara Inggris, dan Uni Soviet menyerang Iran dari 25
Agustus hingga 17 September 1941, untuk membatasi Blok Poros, dan menggagas
infrastruktur penggalian minyak Iran. Blok Sekutu memaksa Shah untuk melantik
anaknya, Mohammad Reza
Pahlavi
menggantikannya, dengan harapan Mohammad Reza menyokong mereka.
Malangnya, pemerintahan Shah
Mohammad Reza bersifat otokratis. Dengan bantuan dari Amerika, dan Inggris,
Shah meneruskan modernisasi Industri Iran, tetapi pada masa yang sama
menghancurkan partai-partai oposisi melalui badan intelijennya, SAVAK. Ayatollah Ruhollah Khomeini menjadi oposisi, dan pengkritik aktif terhadap pemerintahan
Shah Mohammad Reza, dan kemudian ia dipenjarakan selama delapan belas bulan.
Melalui nasihat jenderal Hassan
Pakravan, Khomeini
dibuang ke luar negeri, dan diantar ke Turki, dan selepas itu ke Irak.
·
Revolusi Islam dan Perang Iran-Irak (1979-88), Protes menentang Shah semakin meningkat, dan akhirnya
terjadilah Revolusi Iran. Shah Iran terpaksa melarikan diri ke
negara lain setelah kembalinya Imam Khomeini dari pembuangan pada 1 Februari 1979. Khomeini kemudian mengambil alih kekuasaan, dan membentuk
pemerintahan sementara, pada 11 Februari yang dikepalai Mehdi Bazargan sebagai perdana menteri. Setelah itu, Khomeini mengadakan
pungutan suara untuk membentuk sebuah Republik Islam. Keputusan undian menunjukkan lebih dari 98% rakyat Iran
setuju dengan pembentukan itu. Sistem pemerintahan baru yang dibentuk
berasaskan undang-undang Islam, sayangnya hanya diterapkan sebagian.
Tetapi, hubungan Iran dengan Amerika
menjadi keruh setelah revolusi ini, terutama saat mahasiswa-mahasiswa Iran
menawan kedutaan Amerika pada 4 November 1979, atas alasan kedutaan itu menjadi pusat intelijen Amerika.
Khomeini tidak mengambil tindakan apapun mengenai tidakan ini sebaliknya memuji
mahasiswa-mahasiswa itu. Sebagai balasan, Iran menginginkan Shah Mohammad Reza
Pahlavi
dikembalikan ke Iran, tetapi ini tidak mereka setujui. Setelah 444 hari di
dalam tawanan, akhirnya para tawanan itu dibebaskan sebagai tindak lanjut Deklarasi
Aljir.
Pada saat yang sama, Saddam Hussein, presiden Irak saat itu, mengambil kesempatan di atas kesempitan setelah
revolusi Iran, dan juga kekurangan popularitas Iran di negara-negara barat,
untuk melancarkan perang atas Iran. Tujuan utama peperangan ini ialah
menaklukkan beberapa wilayah yang dituntut Irak, terutamanya wilayah Khuzestan yang kaya dengan sumber minyak. Saddam pula ketika itu
mendapat sokongan dari Amerika, Uni Soviet, dan beberapa negara Arab lain.
Tentara Iran pula yang suatu masa dahulu merupakan sebuah tentara yang kuat,
telah dibubarkan saat itu. Walau bagaimanapun, mereka berhasil mencegah bahaya
tentara Irak seterusnya menaklukkan kembali wilayah Iran yang
ditaklukkan Irak. Dalam peperangan ini puluhan ribu nyawa, baik penduduk awam
maupun laskar Iran, menjadi korban. Jumlah korban diperkirakan antara 500.000
hingga 1.000.000
b. Kondisi
Geografis
Iran berbatasan dengan Azerbaijan (panjang perbatasan: 432 km), dan Armenia (35 km) di barat laut, Laut Kaspia di utara, Turkmenistan (992 km) di timur laut, Pakistan (909 km), dan Afganistan (936 km) di timur, Turki (499 km), dan Irak (1.458 km) di barat, dan
akhirnya Teluk Persia, dan Teluk Oman di selatan. Luas tanah total adalah 1.648.000 km²
(daratan: 1.636.000 km², perairan: 12.000 km²).
Lansekap Iran didominasi oleh barisan
gunung yang
kasar yang memisahkan basin drainage atau dataran tinggi yang beragam. Bagian barat yang memiliki populasi terbanyak
adalah bagian yang paling bergunung, dengan barisan seperti Pegunungan Kaukasus, Pegunungan
Zagros, dan Alborz, yang terakhir merupakan tempat
titik tertinggi Iran, Gunung Damavand pada 5.604 m. Sebelah timur terdiri dari gurun di dataran rendah yang tak dihuni
seperti Dasht-e Kavir yang asin, dengan danau
garam yang kadang
muncul.
Lanskap Iran memiliki beberapa iklim yang berbeda. Di sisi utara negeri
itu (dataran pesisir Kaspia) suhu amat rendah membekukan, dan tetap lembap
selama beberapa tahun terakhir. Suhu musim panas jarang mencapai 29 °C.
Penguapan tahunan adalah 680 mm di bagian timur dataran, dan lebih dari
1700 mm di sisi barat dataran. Di barat, permukiman-permukiman di lereng
Pegunungan Zagros mengalami rendahnya suhu. Daerah-daerah itu memiliki musim
dingin yang hebat, dengan rerata suhu harian membekukan, dan curah saljunya
keras. Lembah timur, dan tengahnya kering, yang curah hujannya kurang dari
200 mm, dan bergurun. Suhu musim panas rata-rata melebihi 38 °C.
Dataran pesisir Teluk Persia, dan Teluk Oman di Iran selatan memiliki musim
dingin yang sejuk, dan mengalami musim panas yang lembap, dan panas. Penguapan
tahunan berkisar dari 135 mm hingga 355 mm.
c. Demografi
Iran adalah sebuah negara yang
berbilang suku, dan agama. Etnik mayoritas ialah etnik
Persia (51% dari
rakyatnya,), dan 70% rakyatnya adalah bangsa Iran, keturunan orang
Arya. Kebanyakan penduduk Iran bertutur
dalam bahasa yang tergolong dalam keluarga Bahasa
Iran, termasuk bahasa Persia. Kumpulan minoritas Iran ialah Azeri (24%), Gilaki
dan Mazandarani
(8%), Kurdi (7%), Arab (3%), Baluchi (2%) Lur (2%) Turkmen (2%), dan juga suku-suku lain (1%). Penutur ibu Bahasa
Iran diperkirakan sebanyak 40 juta di
Iran, dan jumlah keseluruhannya (merangkumi negara-negara lain) adalah 150-200
juta.
Penduduk Iran pada tahun 2006 ialah
70 juta. Sebanyak dua pertiga jumlah penduduknya di bawah umur 30 tahun, dan
persenan penduduk yang melek huruf 86%. Tingkat pertambahan penduduknya
semenjak setengah abad yang lalu tinggi, dan diperkirakan akan menurun di masa
depan.
Kebanyakan penduduk Iran adalah muslim, di mana 90% Syiah, dan 8% Sunnah
Wal Jamaah. 2% lagi
adalah penganut agama Baha'i, Mandea, Hindu, Zoroastrianisme, Yahudi, dan Kristen. Zoroastrianisme, Yahudi, dan Kristian diakui oleh pemerintah Iran, dan
turut mempunyai perwakilan di parlemen. Agama Baha'i tidak diakui
d. Kondisi
Perekonomian
Ekonomi
Iran adalah campuran Ekonomi Perencanaan Sentral dengan sumber minyak, dan
perusahaan-perusahaan utamanya dimiliki pemerintahan, dan juga terdapat
beberapa perusahaan swasta. Pertumbuhan ekonomi Iran stabil semenjak dua abad
yang lalu.
Pada
awal abad ke-21, persenan sektor jasa dalam pengeluaran negara kasarnya, PNK,
adalah yang tertinggi, diikuti dengan pertambangan, dan pertanian. 45% belanja
negara adalah hasil pertambangan minyak, dan gas alam, dan 31% dari cukai. Pada
2004, PNK Iran diperkirakan sebanyak $163 miliar atau $2.440 per kapita.
Rekan
dagang Iran adalah Cina, Rusia, Jerman, Perancis, Italia, Jepang,
dan Korea Selatan.
Sementara itu, semenjak lewat 90-an, Iran mulai meningkatkan kerjasama ekonomi
dengan beberapa negara berkembang termasuk Suriah, India,
dan Afrika Selatan
e. Pariwisata
di Iran
1. Soltaniyeh Dome
Sebuah situs Warisan
Dunia UNESCO di provinsi Zanjan bagian barat laut, makam Oljaytu di Soltaniyeh,
disebut sebagai kubah terbesar di dunia.
Bangunan ini didirikan
antara 1302 dan 1312 di Soltaniyeh, ibu kota Mongol. Monumen merupakan makam
Il-khan Oljei, penguasa ke delapan dinasti Ilkhanid.
Meski warna eksterior
dan lantai telah memudar, tembok, tilework dan desain bangunan bersejara ini
tetap hidup pad makam tanpa cedera. Struktur uniki dari Soltaniyeh Dome
diyakini dipengaruhioleh desain makam Taj Mahal di India.
2.
Hotel
Laleh Kandovan Rocky
Hotel Laleh kandovan
Rocky terletak di kota Tabriz bagian barat laut, desa troglodyte sekitar 30 mil
dari Kandovan. Masyarakat di tempat ini hidup di gua-gua berbentuk kerucut yang
dipotong dari batu vulkanik di kaki Gunung Sahand.
Hotel Laleh Kandovan
Rocky diukir ke dalam lanskap berbatu. Hotel ini memiliki 16 kamar modern yang
mewah termasuk yang berbentuk gua.
Menurut cerita
setempat, air mineral di tempat Hotel Laleh Kandovan Rocky berasal dari Gunung
Sahand. Para tamu hotel ini dapat berendam dengan santai. Hotel ini juga
memiliki kolam spa di dalam ruangan, air mineralnya dipompa secara langsung.
3.
Menara
Toghrol
Menara Toghrol
merupakan monumen yang berdiri sejak era Seljuk. Menara ini terletak di kota
Rey, di Teheran bagian selatan.
Menara Toghrol merupakan
makam untuk raja Seljuk, Toghrol Beg, yang mendirikan Rey. Kota Rey merupakan
pusat administrasi utama dari Dinasti Seljuk sampai masa kehancuran pada awal
abad ke-13.
4. Puri Rudkhan
Sebuah tempat yang
tersembunyi di hutan hijau lembab provinsi Gilan Iran bagian utara. Tempat itu
bernama Rudkhan Castle, sebuah benteng militer abad pertengahan di masa
kebangkitan Islam di Iran.
Wisatawan akan
mendaki benteng yang terletak di sepanjang dua puncak gunung yang
pemandangannya begiru menyegarkan mata. Pendakian ini akan memakan waktu lebih
dari satu jam. Hal inilah yang mendorong warga lokal memanggil tempat
wisata Rudkhan ini dengan sebutan "Benteng Seribu Langkah."
5.
Bekhradi
Historical House
Penginapan ini
berusia 400 tahun, dibangun pada masa Safawi Persia. Tempat ini memiliki
empat ruang dan hiasannya disesuaikan dengan selera tamu.
Perabotan rumah ini
dirancang oleh Bekhradi menggunakan kayu dari kayu dari pohon Chenar.
Kayu-kayu ini dijajarkan di sepanjang jalan dan taman bersejarah Isfahan.
Perancang mengatakan,
ia tidak akan mengubah pola bangunan dari penginapan itu. Ia tetap
mempertahankan ciri khas yang terdapat pada bangunan era safawi ini.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Negara Iran seperti negara-negara lainnya di dunia ini, mempunyai
kekurangan dan kelebihan yang tidak dimilki negara lain, akan tetapi jika warga
negara mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Akan menjadi
kelebihan yang selama ini tertutupi.
B.
Saran
Walapun masyarakat dunia tidak mengenal negara Iran seperti mengenal
inggris ataupun amerika, kita harus tetap menghargai eksistensi negara
tersebut. Apabila
dalam pembuatan makalah ini banyak terdapat kesalahan dan kekurangan mohon
kriik dan saran untuk membangun kedepan lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA



0 komentar:
Posting Komentar