RSS

NEGARA IRAN

GEOGRAFI REGIONAL DUNIA
NEGARA IRAN

Dosen Pembimbing: Sodikin, M.Si



 












Disusun Oleh:
Ani Mailani
1113015000019




PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015


KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT, shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rosulullah SAW berkat limpahan dan rahmatnya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas matakuliah Geografi Regional Dunia.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan dosen pengampu. Sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang negara-negara yang ada di dunia, materi yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi dan berita. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan Allah akhirnya makalh ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa. Kami sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu kepada dosen, kami meminta masukan demi perbaikan pembuatan makalah kami dimasa yang akan datang. Sekaligus mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca. 

Ciputat, 25  juni 2015


Penyususn       


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam mempelajari bentang alam regional dunia, kita perlu membahas, mempelajari, serta menganalisis konsep region dan faktor-faktor yang mendukung terjadinya interaksi, interelasi, interpendensi antar region. Salah satu region yang ada didunia, yang juga termasuk dalam bahasan GRD adalah benua asia.
Benua asia merupakan benua terbesar didunia. Oleh karena besarnya benua asia dibagi kedalam lima region yaitu asia tenggara, asia barat, asia tengah, asia timur, dan asia selatan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah berdirinya negara Iran?
2.      Bagaimana kondisi geografis negara Iran?
3.      Bagaimana kondisi demografi negara Iran?
4.      Bagaimana kondisi perekonomian negara Iran?
5.      Dimana tempat wisata di Iran?

C.     Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui sejarah berdiri negara Iran
2.      Untuk mengetahui kondisi geografis negara Iran
3.      Untuk mengetahui kondisi demografi negara Iran
4.      Untuk mengetahui kondisi perekonomian negara Iran
5.      Untuk mengetahui tempat wisata di iran





BAB II
PEMBAHASAN
Iran (atau Persia) (bahasa Persia: ایران) adalah sebuah negara Timur Tengah yang terletak di Asia Barat Daya. Meski di dalam negeri negara ini telah dikenal sebagai Iran sejak zaman kuno, hingga tahun 1935 Iran masih dipanggil Persia di dunia Barat. Pada tahun 1959, Mohammad Reza Shah Pahlavi mengumumkan bahwa kedua istilah tersebut boleh digunakan. Nama Iran adalah sebuah kognat perkataan "Arya" yang berarti "Tanah Bangsa Arya".
Pada tahun 1979, sebuah Revolusi Iran yang dipimpin Ayatollah Khomeini mendirikan sebuah Republik Islam teokratis sehingga nama lengkap Iran saat ini adalah Republik Islam Iran (جمهوری اسلامی ایران).
a.      Sejarah Berdirinya Negara Iran
·         Sejarah awal, Kekaisaran Media dan Kekaisaran Achaemenid (3200 SM – 330 SM), Dari tulisan-tulisan sejarah, peradaban Iran yang pertama ialah Proto-Iran, diikuti dengan peradaban Elam. Pada milenium kedua, dan ketiga, Bangsa Arya hijrah ke Iran, dan mendirikan kekaisaran pertama Iran, Kekaisaran Media (728-550 SM). Kekaisaran ini telah menjadi simbol pendiri bangsa, dan juga kekaisaran Iran, yang disusul dengan Kekaisaran Achaemenid (648–330 SM) yang didirikan oleh Cyrus Agung.
Cyrus Agung juga terkenal sebagai pemerintah pertama yang mewujudkan undang-undang mengenai hak-hak kemanusiaan, tertulis di atas artefak yang dikenal sebagai Silinder Cyrus. Ia juga merupakan pemerintah pertama yang memakai gelar Agung, dan juga Shah Iran. Di zamannya, perbudakan dilarang di kawasan-kawasan taklukannya (juga dikenal sebagai Kekaisaran Persia.) Gagasan ini kemudian memberi dampak yang besar pada peradaban-peradaban manusia setelah zamannya.
Kekaisaran Persia kemudian diperintah oleh Cambyses selama tujuh tahun (531-522 M), dan kemangkatannya disusul dengan perebutan kuasa di mana akhirnya Darius Agung (522-486 M) dinyatakan sebagai raja.
Ibu kota Persia pada zaman Darius I dipindahkan ke Susa, dan ia mulai membangun Persepolis. Sebuah terusan di antara Sungai Nil, dan Laut Merah turut dibangun, dan menjadikannya pelopor untuk pembangunan Terusan Suez. Sistem jalan juga turut diperbaharui, dan sebuah jalan raya dibangun menghubungkan Susa, dan Sardis. Jalan raya ini dikenal sebagai Jalan Kerajaan.
Selain itu, pen-syiling-an dalam bentuk daric (syiling emas), dan juga Shekel (syiling perak) diperkenalkan ke seluruh dunia. Bahasa Persia Kuno turut diperkenalkan, dan diterbitkan di dalam prasasti-prasasti kerajaan.
Di bawah pemerintahan Cyrus Agung, dan Darius yang Agung, Kekaisaran Persia menjadi sebuah kekaisaran yang terbesar, dan terkuat di dunia zaman itu. Pencapaian utamanya ialah sebuah kekaisaran besar pertama yang mengamalkan sikap toleransi, dan menghormati budaya-budaya, dan agama-agama lain di kawasan jajahannya.

·         Kekaisaran Iran Ketiga: Kekaisaran Parthia (248 SM – 224 M), Parthia bermula dengan Dinasti Arsacida yang menyatukan, dan memerintah dataran tinggi Iran, yang juga turut menaklukkan wilayah timur Yunani pada awal abad ketiga Masehi, dan juga Mesopotamia antara tahun 150 SM, dan 224 M. Parthia juga merupakan musuh bebuyutan Romawi di sebelah timur, dan membatasi bahaya Romawi di Anatolia. Tentara-tentara Parthia terhagi atas dua kelompok berkuda, tentara berkuda yang berperisai, dan membawa senjata berat, dan tentara berkuda yang bersenjata ringan, dan kudanya lincah bergerak. Sementara itu, tentara Romawi terlalu bergantung kepada infantri, menyebabkan Romawi sukar untuk mengalahkan Parthia. Tetapi, Parthia kekurangan teknik dalam perang tawan, menyebabkan mereka sukar mengawal kawasan taklukan. Ini menyebabkan kedua belah pihak gagal mengalahkan satu sama lain.
Kekaisaran Parthia tegak selama lima abad (Berakhir pada tahun 224 M,), dan raja terakhirnya kalah di tangan kekaisaran lindungannya, yaitu Sassania.

·         Kekaisaran Iran Keempat: Kekaisaran Sassania (226–651), Ardashir I, shah pertama Kekaisaran Sassania, mula membangun kembali ekonomi, dan militer Persia. Wilayahnya meliputi kawasan Iran modern, Irak, Suriah, Pakistan, Asia Tengah, dan wilayah Arab. Pada zaman Khosrau II (590-628) pula, kekaisaran ini diperluas hingga Mesir, Yordania, Palestina, dan Lebanon. Orang-orang Sassanid menamakan kekaisaran mereka Erānshahr (atau Iranshæhr, "Penguasaan Orang Arya".)
Sejarah Iran seterusnya diikuti dengan konflik selama enam ratus tahun dengan Kekaisaran Romawi. Menurut sejarawan, Persia kalah dalam Perang al-Qādisiyyah (632 M) di Hilla, Iraq. Rostam Farrokhzād, seorang jenderal Persia, dikritik kerana keputusannya untuk berperang kengan orang Arab di bumi Arab sendiri. Kekalahan Sassania di Irak menyebabkan tentara mereka tidak keruan, dan akhirnya ini memberi jalan kepada futuhat Islam atas Persia.
Era Sassania menyaksikan memuncaknya peradaban Persia, dan merupakan kekaisaran Persia terakhir sebelum kedatangan Islam. Pengaruh, dan kebudayaan Sassania kemudian diteruskan setelah pemelukan Islam oleh bangsa Persia.

·         Islam Persia dan Zaman Kegemilangan Islam Persia (700–1400), Setelah pemelukan Islam, orang-orang Persia mulai membentuk gambaran Islam Persia, di mana mereka melestarikan gambaran sebagai orang Persia tetapi pada masa yang sama juga sebagai muslim. Pada tahun 8 M, Parsi memberi bantuan kepada Abbassiyah memerangi tentara Umayyah, karena Bani Umayyah hanya mementingkan bangsa Arab, dan memandang rendah kepada orang Persia. Pada zaman Abbassiyah, orang-orang Persia mula melibatkan diri dalam administrasi kerajaan. Sebagian mendirikan dinasti sendiri.
Pada abad kesembilan, dan kesepuluh, terdapat beberapa kebangkitan ashshobiyyah Persia yang menentang gagasan Arab sebagai Islam, dan Muslim. Tetapi kebangkitan ini tidak menentang identitas seorang Islam. Salah satu dampak kebangkitan ini ialah penggunaan bahasa Persia sebagai bahasa resmi Iran (hingga hari ini.)
Pada zaman ini juga, para ilmuwan Persia menciptakan Zaman Kegemilangan Islam. Sementara itu Persia menjadi tumpuan penyebaran ilmu sains, filsafat, dan teknik. Ini kemudian memengaruhi sains di Eropa, dan juga kebangkitan Renaissance.
Bermula pada tahun 1220, Parsi dimasuki oleh tentera Mongolia di bawah pimpinan Genghis Khan, diikuti dengan Tamerlane, dimana kedua penjelajah ini menyebabkan kemusnahan yang parah di Persia.
·         Islam Syi'ah, Kekaisaran Safawi, Dinasti Qajar/Pahlavi dan Iran Modern (1501 – 1979), Parsi mulai berganti menjadi Islam Syiah pada zaman Safawi, pada tahun 1501. Dinasti Safawi kemudian menjadi salah satu penguasa dunia yang utama, dan mulai mempromosikan industri pariwisata di Iran. Di bawah pemerintahannya, arsitektur Persia berkembang kembali, dan menyaksikan pembangunan monumen-monumen yang indah. Kejatuhan Safawi disusuli dengan Persia yang menjadi sebuah medan persaingan antara kekuasaan Kekaisaran Rusia, dan Kekaisaran Britania (yang menggunakan pengaruh Dinasti Qajar). Namun begitu, Iran tetap melestarikan kemerdekaan, dan wilayah-wilayahnya, menjadikannya unik di rantau itu. Modernisasi Iran yang bermula pada lewat abad ke-19, membangkitkan keinginan untuk berubah dari orang-orang Persia. Ini menyebabkan terjadinya Revolusi Konstitusi Persia pada tahun 1905 hingga 1911. Pada tahun 1921, Reza Khan (juga dikenal sebagai Reza Shah) mengambil alih tahta melalui perebutan kekuasaan dari Qajar yang semakin lemah. Sebagai penyokong modernisasi, Shah Reza memulai pembangunan industri modern, jalan kereta api, dan pendirian sistem pendidikan tinggi di Iran. Malangnya, sikap aristokratik, dan ketidakseimbangan pemulihan kemasyarakatan menyebabkan banyak rakyat Iran tidak puas.
Pada Perang Dunia II, tentara Inggris, dan Uni Soviet menyerang Iran dari 25 Agustus hingga 17 September 1941, untuk membatasi Blok Poros, dan menggagas infrastruktur penggalian minyak Iran. Blok Sekutu memaksa Shah untuk melantik anaknya, Mohammad Reza Pahlavi menggantikannya, dengan harapan Mohammad Reza menyokong mereka.
Malangnya, pemerintahan Shah Mohammad Reza bersifat otokratis. Dengan bantuan dari Amerika, dan Inggris, Shah meneruskan modernisasi Industri Iran, tetapi pada masa yang sama menghancurkan partai-partai oposisi melalui badan intelijennya, SAVAK. Ayatollah Ruhollah Khomeini menjadi oposisi, dan pengkritik aktif terhadap pemerintahan Shah Mohammad Reza, dan kemudian ia dipenjarakan selama delapan belas bulan. Melalui nasihat jenderal Hassan Pakravan, Khomeini dibuang ke luar negeri, dan diantar ke Turki, dan selepas itu ke Irak.
·         Revolusi Islam dan Perang Iran-Irak (1979-88), Protes menentang Shah semakin meningkat, dan akhirnya terjadilah Revolusi Iran. Shah Iran terpaksa melarikan diri ke negara lain setelah kembalinya Imam Khomeini dari pembuangan pada 1 Februari 1979. Khomeini kemudian mengambil alih kekuasaan, dan membentuk pemerintahan sementara, pada 11 Februari yang dikepalai Mehdi Bazargan sebagai perdana menteri. Setelah itu, Khomeini mengadakan pungutan suara untuk membentuk sebuah Republik Islam. Keputusan undian menunjukkan lebih dari 98% rakyat Iran setuju dengan pembentukan itu. Sistem pemerintahan baru yang dibentuk berasaskan undang-undang Islam, sayangnya hanya diterapkan sebagian.
Tetapi, hubungan Iran dengan Amerika menjadi keruh setelah revolusi ini, terutama saat mahasiswa-mahasiswa Iran menawan kedutaan Amerika pada 4 November 1979, atas alasan kedutaan itu menjadi pusat intelijen Amerika. Khomeini tidak mengambil tindakan apapun mengenai tidakan ini sebaliknya memuji mahasiswa-mahasiswa itu. Sebagai balasan, Iran menginginkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dikembalikan ke Iran, tetapi ini tidak mereka setujui. Setelah 444 hari di dalam tawanan, akhirnya para tawanan itu dibebaskan sebagai tindak lanjut Deklarasi Aljir.
Pada saat yang sama, Saddam Hussein, presiden Irak saat itu, mengambil kesempatan di atas kesempitan setelah revolusi Iran, dan juga kekurangan popularitas Iran di negara-negara barat, untuk melancarkan perang atas Iran. Tujuan utama peperangan ini ialah menaklukkan beberapa wilayah yang dituntut Irak, terutamanya wilayah Khuzestan yang kaya dengan sumber minyak. Saddam pula ketika itu mendapat sokongan dari Amerika, Uni Soviet, dan beberapa negara Arab lain. Tentara Iran pula yang suatu masa dahulu merupakan sebuah tentara yang kuat, telah dibubarkan saat itu. Walau bagaimanapun, mereka berhasil mencegah bahaya tentara Irak seterusnya menaklukkan kembali wilayah Iran yang ditaklukkan Irak. Dalam peperangan ini puluhan ribu nyawa, baik penduduk awam maupun laskar Iran, menjadi korban. Jumlah korban diperkirakan antara 500.000 hingga 1.000.000

b.      Kondisi Geografis
Iran berbatasan dengan Azerbaijan (panjang perbatasan: 432 km), dan Armenia (35 km) di barat laut, Laut Kaspia di utara, Turkmenistan (992 km) di timur laut, Pakistan (909 km), dan Afganistan (936 km) di timur, Turki (499 km), dan Irak (1.458 km) di barat, dan akhirnya Teluk Persia, dan Teluk Oman di selatan. Luas tanah total adalah 1.648.000 km² (daratan: 1.636.000 km², perairan: 12.000 km²).
Lansekap Iran didominasi oleh barisan gunung yang kasar yang memisahkan basin drainage atau dataran tinggi yang beragam. Bagian barat yang memiliki populasi terbanyak adalah bagian yang paling bergunung, dengan barisan seperti Pegunungan Kaukasus, Pegunungan Zagros, dan Alborz, yang terakhir merupakan tempat titik tertinggi Iran, Gunung Damavand pada 5.604 m. Sebelah timur terdiri dari gurun di dataran rendah yang tak dihuni seperti Dasht-e Kavir yang asin, dengan danau garam yang kadang muncul.



Ladang lapang luas ditemukan di sepanjang pesisir Laut Kaspia, dan di ujung utara Teluk Persia, di mana Iran berbatasan dengan sungai Arvand (Shatt al-Arab). Plain yang lebih kecil, dan terputus ditemukan di sepanjang pesisir Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Oman. Iklim Iran kebanyakan kering atau setengah kering, meskipun ada yang subtropis sepanjang pesisir Kaspia. Iran dianggap sebagai salah satu dari 15 negara yang membentuk apa yang disebut sebagai tempat lahirnya kebudayaan manusia.
Lanskap Iran memiliki beberapa iklim yang berbeda. Di sisi utara negeri itu (dataran pesisir Kaspia) suhu amat rendah membekukan, dan tetap lembap selama beberapa tahun terakhir. Suhu musim panas jarang mencapai 29 °C. Penguapan tahunan adalah 680 mm di bagian timur dataran, dan lebih dari 1700 mm di sisi barat dataran. Di barat, permukiman-permukiman di lereng Pegunungan Zagros mengalami rendahnya suhu. Daerah-daerah itu memiliki musim dingin yang hebat, dengan rerata suhu harian membekukan, dan curah saljunya keras. Lembah timur, dan tengahnya kering, yang curah hujannya kurang dari 200 mm, dan bergurun. Suhu musim panas rata-rata melebihi 38 °C. Dataran pesisir Teluk Persia, dan Teluk Oman di Iran selatan memiliki musim dingin yang sejuk, dan mengalami musim panas yang lembap, dan panas. Penguapan tahunan berkisar dari 135 mm hingga 355 mm.
c.       Demografi
Iran adalah sebuah negara yang berbilang suku, dan agama. Etnik mayoritas ialah etnik Persia (51% dari rakyatnya,), dan 70% rakyatnya adalah bangsa Iran, keturunan orang Arya. Kebanyakan penduduk Iran bertutur dalam bahasa yang tergolong dalam keluarga Bahasa Iran, termasuk bahasa Persia. Kumpulan minoritas Iran ialah Azeri (24%), Gilaki dan Mazandarani (8%), Kurdi (7%), Arab (3%), Baluchi (2%) Lur (2%) Turkmen (2%), dan juga suku-suku lain (1%). Penutur ibu Bahasa Iran diperkirakan sebanyak 40 juta di Iran, dan jumlah keseluruhannya (merangkumi negara-negara lain) adalah 150-200 juta.
Penduduk Iran pada tahun 2006 ialah 70 juta. Sebanyak dua pertiga jumlah penduduknya di bawah umur 30 tahun, dan persenan penduduk yang melek huruf 86%. Tingkat pertambahan penduduknya semenjak setengah abad yang lalu tinggi, dan diperkirakan akan menurun di masa depan.
Kebanyakan penduduk Iran adalah muslim, di mana 90% Syiah, dan 8% Sunnah Wal Jamaah. 2% lagi adalah penganut agama Baha'i, Mandea, Hindu, Zoroastrianisme, Yahudi, dan Kristen. Zoroastrianisme, Yahudi, dan Kristian diakui oleh pemerintah Iran, dan turut mempunyai perwakilan di parlemen. Agama Baha'i tidak diakui

d.      Kondisi Perekonomian
Ekonomi Iran adalah campuran Ekonomi Perencanaan Sentral dengan sumber minyak, dan perusahaan-perusahaan utamanya dimiliki pemerintahan, dan juga terdapat beberapa perusahaan swasta. Pertumbuhan ekonomi Iran stabil semenjak dua abad yang lalu.
Pada awal abad ke-21, persenan sektor jasa dalam pengeluaran negara kasarnya, PNK, adalah yang tertinggi, diikuti dengan pertambangan, dan pertanian. 45% belanja negara adalah hasil pertambangan minyak, dan gas alam, dan 31% dari cukai. Pada 2004, PNK Iran diperkirakan sebanyak $163 miliar atau $2.440 per kapita.
Rekan dagang Iran adalah Cina, Rusia, Jerman, Perancis, Italia, Jepang, dan Korea Selatan. Sementara itu, semenjak lewat 90-an, Iran mulai meningkatkan kerjasama ekonomi dengan beberapa negara berkembang termasuk Suriah, India, dan Afrika Selatan

e.       Pariwisata di Iran
1.      Soltaniyeh Dome
Sebuah situs Warisan Dunia UNESCO di provinsi Zanjan bagian barat laut, makam Oljaytu di Soltaniyeh, disebut sebagai kubah terbesar di dunia. 
Bangunan ini didirikan antara 1302 dan 1312 di Soltaniyeh, ibu kota Mongol. Monumen merupakan makam Il-khan Oljei, penguasa ke delapan dinasti Ilkhanid. 
Meski warna eksterior dan lantai telah memudar, tembok, tilework dan desain bangunan bersejara ini tetap hidup pad makam tanpa cedera. Struktur uniki dari Soltaniyeh Dome diyakini dipengaruhioleh  desain makam Taj Mahal di India. 

2.      Hotel Laleh Kandovan Rocky 
Hotel Laleh kandovan Rocky terletak di kota Tabriz bagian barat laut, desa troglodyte sekitar 30 mil dari Kandovan. Masyarakat di tempat ini hidup di gua-gua berbentuk kerucut yang dipotong dari batu vulkanik di kaki Gunung Sahand. 
Hotel Laleh Kandovan Rocky diukir ke dalam lanskap berbatu. Hotel ini memiliki 16 kamar modern yang mewah termasuk yang berbentuk gua. 
Menurut cerita setempat, air mineral di tempat Hotel Laleh Kandovan Rocky berasal dari Gunung Sahand. Para tamu hotel ini dapat berendam dengan santai. Hotel ini juga memiliki kolam spa di dalam ruangan, air mineralnya dipompa secara langsung.

3.      Menara Toghrol 
Menara Toghrol merupakan monumen yang berdiri sejak era Seljuk. Menara ini terletak di kota Rey, di Teheran bagian selatan. 
Menara Toghrol  merupakan makam untuk raja Seljuk, Toghrol Beg, yang mendirikan Rey. Kota Rey merupakan pusat administrasi utama dari Dinasti Seljuk sampai masa kehancuran pada awal abad ke-13.

4.      Puri Rudkhan
Sebuah tempat yang tersembunyi di hutan hijau lembab provinsi Gilan Iran bagian utara. Tempat itu bernama Rudkhan Castle, sebuah benteng militer abad pertengahan di masa kebangkitan Islam di Iran. 
Wisatawan akan mendaki  benteng yang terletak di sepanjang dua puncak gunung yang pemandangannya begiru menyegarkan mata. Pendakian ini akan memakan waktu lebih dari satu jam. Hal inilah yang mendorong  warga lokal memanggil tempat wisata Rudkhan ini dengan sebutan  "Benteng Seribu Langkah." 

5.      Bekhradi Historical House 
Penginapan ini berusia  400 tahun, dibangun pada masa Safawi Persia. Tempat ini memiliki empat ruang dan hiasannya disesuaikan dengan selera tamu. 
Perabotan rumah ini dirancang oleh Bekhradi menggunakan kayu dari  kayu dari pohon Chenar. Kayu-kayu ini dijajarkan  di sepanjang jalan dan taman bersejarah Isfahan. 
Perancang mengatakan, ia tidak akan mengubah pola bangunan dari penginapan itu. Ia tetap mempertahankan ciri khas yang terdapat pada bangunan era safawi ini.











BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Negara Iran seperti negara-negara lainnya di dunia ini, mempunyai kekurangan dan kelebihan yang tidak dimilki negara lain, akan tetapi jika warga negara mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Akan menjadi kelebihan yang selama ini tertutupi.

B.     Saran
Walapun masyarakat dunia tidak mengenal negara Iran seperti mengenal inggris ataupun amerika, kita harus tetap menghargai eksistensi negara tersebut. Apabila dalam pembuatan makalah ini banyak terdapat kesalahan dan kekurangan mohon kriik dan saran untuk membangun kedepan lebih baik lagi.













DAFTAR PUSTAKA




0 komentar:

Posting Komentar